23 November 2011

Bagaimana Bacaan "Amin" Yang Benar Ketika Shalat?

Rasululullah Saw bersabda :

إِذَا أَمَّنَ الإِمَامُ فَأَمِّنُوا فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Apabila imam (sudah saatnya) mengucapkan ‘amin’ maka ucapkanlah ‘amin’. Karena siapa yang ucapan amin-nya bertepatan dengan ucapan amin-nya malaikat maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lewat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Nah, yang menjadi perhatian kita bahwa pada realitanya masyarakat kita masih banyak yang  keliru  tentang bagaimana membaca "Amin" yang benar.

Ada beberapa kata yang mirip untuk kata “Aamiin“.

1. أَمِيْنٌ (a : pendek, min : panjang), artinya "orang yang amanah atau terpercaya".
2. أٰمِنْ (a : panjang, min : pendek), artinya "berimanlah" atau "berilah jaminan keamanan".

Ketika shalat, kita tidak boleh membaca “Amin” dengan dua cara baca di atas.

3. آمِّيْنَ (a : panjang 5 harakat, mim: bertasydid, dan min : panjang), artinya "orang yang bermaksud menuju suatu tempat".

Ada sebagian ulama yang memperbolehkan membaca “Amin” dalam shalat dengan bentuk bacaan semacam ini. Demikian keterangan Al-Wahidi. Imam An-Nawawi mengatakan, “Ini adalah pendapat yang sangat aneh. Kebanyakan ahli bahasa menganggapnya sebagai kesalahan pengucapan orang awam. Beberapa ulama mazhab kami (Mazhab Syafi’i) mengatakan, ‘Siapa saja yang membaca ‘Amin’ dengan model ini dalam shalatnya maka shalatnya batal.’” (At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an, hlm. 134)

4. أٰمِيْنَ (a : panjang 2 harakat karena mengikuti mad badal, min : panjang 4–6 harakat karena mengikuti mad ‘aridh lis sukun, dan nun dibaca mati), artinya ‘kabulkanlah’. Inilah bacaan “Amin” yang benar.
Wallahu'alam.

Sumber : artikelassunnah.blogspot.com



0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 
ARTIKEL TERBARU
TRANSLATE THIS PAGE
KOMENTAR TERBARU

Copyright © 2012. My Life is My Spirit - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz